Senin, 18 April 2016

Taat = Selamat, Tidak Taat = Kecelakaan

Taat = Selamat
Tidak taat = Kecelakaan

Hari ini saya pulang naik sepeda motor sendirian. Biasanya kalau sendirian dan jalan sepi saya naik dengan kecepatan 50kmph atau 60kmph. Tadi jalan sepi tidak ada mobil di depan saya, hanya satu motor di depan, dan ada motor dibelakang saya. Dari kecepatan 40kmph saya tambah kecepatan. Lalu, Tiba-tiba Tuhan bilang "Grace, Anakku rem, turunkan kecepatan". Saya menjawab "Ya, Bapa". Saya langsung turunkan kecepatan saya. Saat itu saya masih tak tau mengapa saya harus nenurunkan kecepatan di jalan yang sepi. Tak lama setelah itu, Tiba-tiba saya mendengar suara "brok", suara itu cukup keras. Lalu saya melihat kaca spion saya. Ternyata ada seorang wanita muda yang mengendarai motor "ngglasar" di jalan itu. Biasanya jalan itu bersih tapi hari ini di jalan itu ada banyak kerikil dan pasir.
Itu artinya saya dibebaskan dari hal yang demikian.

Terima Kasih Yesus, penyertaanMu sempurna dalam hidupku.
Praise The Lord !!

Kesembuhan Ilahi

Tuhan sembuhkan saya saat komsel (persekutuan)

Pada hari kamis malam 2 jari di tangan kanan terluka terkena kayu. Luka itu seperti sayatan pada jari jari saya. Saya tidak bisa menulis dengan baik hari itu. Keesokan paginya jika jari saya tersentuh sedikit saja sangat sakit. Saya berdoa "Tuhan, grace mau ulangan dan harus bisa nulis. Tuhan sembuhkan ya". Masih sakit tapi saya bisa menulis dengan 3 jari saya meskipun tulisan saya sedikit berantakan. Pada hari sabtu ada persekutuan di rumah. Saya sudah mempersiapkan untuk pimpin pujian menggunakan gitar. Saya jadi tidak bisa bermain gitar akibat luka itu. Akhirnya saya menggunakan keyboard, karena dengan 3 jari di tangan kanan saya masih bisa. Setelah pujian penyembahan Tuhan katakan pada saya "Nak, buka perbanMu, aku sudah menyembuhkanmu". Saya langsung buka perban saya dan ternyata luka saya sudah sembuh.

If God is making you wait, you're in a good company

Shallom semuanya. Kuatkan dan teguhkan hati. Imani dan percaya setiap janji Tuhan.
Tetap gandeng tangan. Saling dukung satu dan yang lain. Saling suport. Kalau ada yg kesulitan saling tolong. Kalau ada yg jatuh tarik bantu berdiri lagi. Kalau ada salah saling negur. Sampai jadi serupa dengan Kristus. Menjadi manusia baru.
Jangan pernah berpikiran yg negatif tentang janji Tuhan.
Ingat sebelum Yusuf bisa memelihara suatu bangsa yang besar.
Yusuf dimasukkan ke sumur, dijual, difitnah, dipenjara.
Butuh waktu puluhan tahun dari Yusuf terima janji Tuhan sampai janji itu menjadi nyata.
Dan tidak dengan suatu masalah yang mudah.
Mari kita renungkan bersama.
Kejadian 50:20 (TB)  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Selalu taat dan setia pada Tuhan.
Sampai janjiNya digenapi.

Kiriman Api Sorgawi

Sabtu 14 Nopember 2015.
Tadi malam aku mendapatkan sebuah mimpi. Dalam mimpi aku melihat PERSIS  saat sedang komsel. Di dalam komsel itu ada aku, papa, Tante Roeri, Tante IIs, Fifi, Hanna, Mikha, Iman, dan Michael. Kami sedang memuji dan menyembah. Di tengah2 pujian penyembahan, aku membuka mata dan melihat 2 malaikat yang sedang memegang tangan papa, malaikat yang ke-1 memegang tangan kanan papa dan malaikat yang ke-2 memegang tangan kiri papa. Ada malaikat yang ke-3 menumpangkan tangannya ke kepala papa. Malaikat ke-4 melayang-layang tepat di atas kepala papa, dia menuangkan minyak ke atas kepala papa. Selain ke-4 malaikat ini, juga ada banyak sekali malaikat2 yang turun naik surga. Setelah minyak itu hampir habis dituang oleh malaikat ke-4, tiba2 salju turun dari surga sehingga papa dan semua malaikat itu tidak terlihat. Beberapa waktu kemudian salju itu mulai tak terlihat dan badan papa mulai terlihat. Papa tadinya duduk, sekarang ia terbaring. Aku melihat Tuhan Yesus hadir mengarahkan tanganNya ke arah papa. Aku mendengar suara: "Fire, fire, fire.". Kaki papa mulai memerah dan menyebar ke seluruh tubuh papa. Papa tidur terlentang dan berbahasa roh tak henti2nya. Lalu aku dan Tante Roeri kompak kami mengadakan kontak mata dan kami menganggukkan kepala lalu berjalan menuju papa. Aku memegang tangan kiri papa dan Tante Roeri memegang tangan kanan papa. Dalam sekejap tangan kami menjadi panas merah sampai menyebar ke seluruh tubuh dan mulut kami tidak bisa berhenti berbahasa roh lalu serentak kami bergandengan tangan, kami semua merasakan hal yang sama, lalu kami melayang naik, pakaian kami bertiga berubah menjadi putih dan kami bercahaya.